Pikun Marikun :|

7 pm

Aku terduduk lesu di pojok teras rumah.
untuk kesekian kalinya dalam hidupku ,aku lupa bawa kunci rumah !
gak ada yang harus kuperbuat , mencoba mendentingkan jendela kaca juga kurasa hasilnya akan nihil.
setahuku penghuni rumah baru memijakkan kakinya pada jam 9 nanti.
selama 2 jam aku hanya memerhatikan pola keramik hijau yang kududuki.

persentase baterai hp berkata malaikat pencabut nyawa telah dekat
itu karena aku lupa charge baterai hp hari ini.

\(!"˚☐˚)/ \(˚☐˚"!)/\(!"˚☐˚)/ \(˚☐˚"!)/\(!"˚☐˚)/ \(˚☐˚"!)/

panik ?
ahhh tidak juga ,aku hanya merenungi nasib kenapa aku terlahir pikun .
bahkan super pikun .

hari ini aku terpaksa menikmati hari yang mengenaskan .
aku lupa bahwa hari ini hari penting bagi pacarku.
 hal yang menurutku hal biasa ini tidak dapat di tolerir pacarku lagi .
dan aku harus menikmati indahnya putus cinta -_______-

Tapi tak apalah, karena aku sendiri telah lupa kapan terakhir kali aku merasa senang karena berpacaran dengan lelaki itu.
Suasana sepi mendominasi  panca inderaku.
Aku bisa mendengar dengan jelas suara detak jarum jam yang berputar di jam tanganku.
Detak jarum jam pergantian detik demi detik itu seolah mengejekku, mencelaku yang terduduk dungu di teras rumah.


                                                                     ***

Kelopak mataku berusaha keras untuk terbuka, seolah ingin sesegera mungkin memamerkan kedua bola mataku yang bulat kepada dunia di hari yang baru.
Kedua mataku ingin membuktikan bahwa aku tegar.
Mungkin kedua mataku ingin mengatakan bahwa aku baik-baik saja, jika saja ia bisa bicara.

                                                                     ***

Komentar

  1. Saya suka posting yang ada dalam blog ini. Sukses ya buat blognya
    sedikit mau share aja
    Klik di bayarDibayar

    BalasHapus
  2. Terima Kasih atas kunjungannya :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer